-

Kedudukan Guru dalam Islam, Ayat dan Hadits Serta Adab Terhadap Anak Didik

Kedudukan Guru dalam Islam, Ayat dan Hadits Serta Adab Terhadap Anak Didik
Kata guru atau lebih mendalam lagi tentang guru dalam Islam sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Ketika masuk sekolah formal atau non formal, mengenal ‘guru’ sebagai orang yang memberi ilmu, pengetahuan hingga solusi terbaik.
Dalam perspektif dan pandangan Islam, guru memiliki makna mendalam karena menjadi pembimbing dan pendidik tanpa tanda jasa. Sebetulnya apa sesungguhnya ‘guru’ dalam ajaran Islam, tulisan ini akan membahasnya secara detail.

Apa Itu Guru dalam Islam dan Secara Umum

Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim untuk mendapatkan berbagai wawasan baru dan berkah dari Allah SWT. Begitu pula para ulama yang mengajarkan ilmunya untuk santri dan orang lain. Banyak pendapat para ulama tentang kedudukan guru yang pada intinya adalah orang berilmu luas dan membaginya kepada orang lain. Dengan berilmu, beragam hal bisa diperbuat untuk melakukan kebaikan bagi keluarga dan orang lain demi mendapatkan berkah Allah SWT.Guru pertama dalam kehidupan adalah orang tua. Orang tua mengajarkan arti kehidupan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, secara umum, kata guru biasanya untuk seorang pendidik yang mengajar di sekolah, pesantren, kampus atau tempat pendidikan lain.Ada beberapa pengertian terkait dengan guru ini baik secara Islam atau umum.

1. Pengertian Guru dalam Islam

Guru menurut Islam adalah orang yang  memberikan pengetahuan, pendidikan dan ilmu pada orang lain atau murid. Guru dalam Islam disebut ustadz, murrabi, mursyid, mu’addib, mudarris dan mu’alim. Walau berbeda, pada intinya memiliki tujuan sama berbagi ilmu.

2. Pengertian Guru Secara Umum

Guru dalam pengertian secara umum adalah seseorang yang secara fungsional melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih hingga melakukan evaluasi pada orang lain. Apabila mencermati lebih dalam, inti pengertian dan apa itu guru hampir mirip satu sama lain yaitu mentransfer ilmu kepada orang lain. Dalam Islam sendiri kedudukan guru sangat mulia dan dalilnya tersebut dalam Al-Qur’an. Bahwasannya manusia diminta selalu mencari ilmu sejak masih dalam buaian hingga masuk liang lahat. Sebagai pengingat juga betapa pentingnya ilmu untuk mencari berkah dunia akhirat dari Allah SWT.

Kedudukan Guru dalam Islam

Pemahaman akan guru sangat luas sekali yaitu guru SD, guru les, guru privat, guru renang, guru ngaji dan guru-guru lain baik formal atau informal. Islam mengabadikan guru sebagai seseorang yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia. Kedudukan guru dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Memiliki Derajat yang Tinggi

Kedudukan utama adalah guru sebagai pendidik dan pembimbing bagi murid atau orang lain. Saat mengajar dengan asas Islam guru bukan hanya memberi ilmunya tetapi juga mengajarkan kebaikan umat secara Islami.Artinya bukan hanya ilmu dan dakwahnya saja yang akan diterima untuk murid tetapi juga buah dari hasil mengajar tersebut. Dalam QS Al-Mujadilah ayat 11 yang memiliki makna bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Allah juga mengetahui apapun yang telah dikerjakan oleh orang-orang tersebut.Selain itu Hadits dari Ibnu Mas’ud juga memberi penegasan yang memiliki makna bahwa jangan pernah memiliki rasa dengki jika Allah memberi hikmah bagi orang yang mengajarkan. Selain itu satu orang lagi Allah mendatangkan harta dunia hingga berkuasa atas kebinasaan

2. Memiliki Ilmu yang Bermanfaat

Guru disebut pendidik yang baik akan memahami ilmunya secara mendalam, detail dan runut. Ketika mengajarkan kepada orang lain akan jelas dan tidak menimbulkan kebingungan yang menyebabkan pemahaman berbeda.Ilmu yang bermanfaat akan memberi dampak sosial positif bagi lingkungan. Kebajikan dan kebaikan yang diajarkan dapat merubah pola pikir serta tingkah laku ke arah positif demi kebaikan umat. Maka, tak heran jika kedudukan guru dalam Islam dan dalilnya banyak ditemui dalam Al-Qur’an dan hadits shahih.

3. Mampu Menjaga Diri

Dengan ilmu, seorang guru mampu dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Dapat dikatakan ilmu adalah benteng untuk menjaga diri agar tidak melakukan hal buruk yang tidak mendapat ridho Allah.Seseorang dengan predikat guru dan memiliki ilmu tinggi serta mampu memahami hakekat hidup yang sebenarnya biasanya dapat menghindar dari ajakan berbuat maksiat dan dosa.

4. Mendapatkan Limpahan Kebaikan

Harta, kekayaan dan wanita memang memberi kebahagiaan dunia, akan tetapi derajatnya ada yang lebih mulia yaitu ilmu. Seperti hadits dari Bukhari dan Muslim yang bermakna bahwa jika Allah memberi satu petunjuk akan sangat lebih baik dibanding kekayaan duniawi.Hadist yang jelas sekali menjelaskan tentang begitu pentingnya ilmu dan lebih baik dari harta kekayaan duniawi. Kedudukan guru dalam agama Islam memiliki posisi penting bukan hanya tentang ilmunya.Terdapat pesan dari ilmu tersebut bahwa kekayaan memang perlu jika dibarengi dengan ilmu sehingga tidak salah penggunaannya. Dari ilmu yang benar dapat menjadi pedoman untuk meraih kebaikan dalam kehidupan dunia menuju akhirat.

5. Berilmu Pahalanya Sama dengan Sedekah

Seorang guru kedudukannya sangat mulia sebab ilmu yang terpelihara dengan baik dan untuk kebaikan nilai pahalanya sama dengan amalan sedekah. Bahkan ilmu jauh lebih baik dari kekayaaan dunia. Maka, ketika ingin bersedekah tapi tidak memiliki harta kekayaan apapun, menyedekahkan ilmu sama dengan sedekah harta. Begitu mulia guru dengan ilmu mumpuni sehingga pengajaran ini sudah ada dalam pendidikan formal. Dalam pelajaran sekolah khususnya sekolah dasar hingga menengah atas, peran guru dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting. Ilmu dari guru memberi manfaat bagi murid untuk melakukan hal baik dan menjauhi larangan Allah SWT. Selain itu banyak pula makalah guru PAI dalam perspektif Islam yang memberi wawasan baru dan lebih luas lagi. Pengetahun yang berguna untuk anak didik dan orang lain dalam mengarungi kehidupan yang sebenarnya agar tetap berpedoman pada syariat Islam.

Ayat Al-Qur-an dan Hadist tentang Guru dalam Islam

Islam memuliakan guru yang mengajar ilmunya untuk kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain. Ketika ilmu sudah diberikan ke orang lain, ada berkah dengan kebaikan yang mampu mengubah pola pikir ke arah positif.Setiap ilmu dalam kebaikan mendapatkan ridho Allah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dunia dan bekal menuju akhirat. Dalam Al-Qur’an dan hadist ada banyak hal terkait keutamaan seorang pendidik, antara lain:

1. Surat Fathir pada Ayat 28

Arti dari surat Fathir ayat 28 adalah:“Di antara hamba – hamba yang memiliki rasa takut kepada Nya, hanya ada  para ulama atau orang berilmu. Maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan lagi Maha Pengampun.”Seorang ulama yang otomatis seorang yang memiliki ilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Selain itu dengan ilmu yang dimiliki tahu apa yang harus dilakukan dan sebaliknya apa yang harus dijauhi karena tidak sesuai aturan Allah.

2. Surat Al-Mujadalah di Ayat yang ke 11

Arti dari surat Al-Mujadalah ayat 11 adalah:“Allah akan mengangkat  orang-orang yang beriman di antaramu  dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”Sekali lagi bahwa orang berilmu, guru, ulama dan siapapun yang memiliki ilmu dan mengajarkannya pada orang lain maka Allah akan mengangkat derajatnya. 

3. Hadits Riwayat Abu Hurairah

Hadist riwayat Abu Hurairah yang artinya:"Apabila anak Adam telah  meninggal dunia, maka terputuslah amalannya,  melainkan tiga macam : sedekah jariyah, ilmu yang dapat diambil manfaatnya, dan anak sholeh yang senantiasa  mendoakan untuknya." (HR Muslim)Dari hadits tersebut memiliki makna yang dalam tentang seseorang yang telah meninggal dunia. Bahwa ketika orang telah meninggal, maka hanya ada 3 perkara yang akan terus ada dan tidak terputus yaitu:
  • Sedekah dan amal jariyah yang dilakukan semasa masih hidup di dunia.
  • Ilmu yang bermanfaat artinya ilmu yang baik dan memberi manfaat bagi orang lain.
  • Anak sholeh yang mendoakan orang tua dengan tulus ikhlas.
Begitu tinggi kedudukan guru, sehingga Allah SWT memuliakannya dan memberi banyak berkah bagi kebaikannya. Sebagai pendidik dan pembimbing, peran guru dalam Islam memberi dampak luas untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai syariat.

Adab Guru dalam Islam Terhadap Murid

Islam memiliki koridor khusus tentang adab guru terhadap murid atau anak didiknya. Dalam pembelajaran pendidikan, guru juga memiliki adab. Jadi, bukan hanya murid saja yang harus tahu tentang adab anak didik ke guru.Akan tetapi ada adab guru dalam perspektif Islam untuk perilaku keseharian. Dengan adab guru yang bagus, murid akan meniru dan tentunya memberi aura positif dalam pembelajaran.Berikut adalah adab guru dalam Islam terhadap murid, yaitu:

1. Ikhlas

Mentransfer ilmu ke murid harus dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Dengan ikhlas, maka ilmu yang diberikan akan mendapatkan berkah dan hanya meminta ridho dari Allah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amalan kecuali yang dikerjakan dengan ikhlas dan mengharapkan wajah-Nya.”(HR. Nasa’i)Pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan dari Allah berupa pahala luar biasa.

2. Menanamkan Iman pada Anak Didik

Semua pelajaran, makalah dalam berbagai temuan, riset, baik ilmu dunia dan ilmu agama semua adalah milik Allah SWT. Jelaskan tentang ilmu tersebut dan yang membedakan adalah sumber ilmunya yaitu:
  • Ilmu agama merupakan ilmu yang bersumber dari ayat qouliyyah yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits.
  • Ilmu dunia merupakan ilmu yang bersumber dari ayat-ayat kauniyah berupa kejadian dan fenomena yang terjadi pada semesta alam raya.
Dari ilmu dunia murid dapat mempelajari berbagai hal terkait kebesaran Allah SWT dalam menciptakan alam semesta. Tanda kekuasaan Allah ini mampu meningkatkan ketaqwaan, iman dan Islam terhadap Allah SWT.Adab guru dalam Islam adalah memberi ilmu dengan menekankan kimanan serta akhlak pada anak didik. Segala ilmu guru yang ditransfer ke murid harus berhubungan dengan keimanan kekuasaan Allah SWT.

3. Bersikap Jujur

Menjunjung tinggi kejujuran memang tidak mudah apalagi jika tidak ada didikan awal yang kuat pada diri masing-masing orang. Dalam Islam, mendidik dengan jujur secara tidak langsung akan meningkatkan kepercayaan anak didik.Guru harus jujur dalam segala hal mulai dari menyampaikan ilmu, melakukan evaluasi, membuat janji hingga memberi nilai dan lain sebagainya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 119, yang artinya:“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah pada Allah dan tetaplah selalu bersama orang-orang yang benar.”

4. Selalu Rendah Hati

Bagaimana cara menghormati orang tua dan guru jelaskan? Penjelasannya sangat mudah yaitu jika seorang guru atau orang tua murid memiliki sikap rendah hati, maka murid akan meniru dengan menghormati dan bersikap sopan.Pendidik yang baik tentunya tidak sombong dan memiliki adab rendah hati yang bagus. Nilai luhur akan memberi dampak mulia pada kehidupan yang akan datang untuk anak didik. Adab guru dalam keseharian ini seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya:“Tidaklah seseorang memiliki sikap yang sangat rendah hati melainkan hanya Allah yang mengangkatnya. (HR. Muslim)

5. Bersikap Adil

Anak didik memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Seorang guru yang baik harus mampu bersikap adil dan bijak dalam menangani berbagai karakter tersebut. Akan tidak adil jika guru berat sebelah dengan memperlakukan satu murid berbeda dari yang lain dan sebaliknya.Dalam surat Al-Maidah ayat 8 Allah memberi penegasan melalui firman-Nya yaitu:“Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat dengan takwa.”Menelaah ayat tersebut memberi arti yang dalam bahwa berlaku adil terhadap murid atau siapapun akan dekat dengan takwa. Adab guru dalam Islam dengan sifat adil akan menambah rasa taqwa kepada Allah SWT.

6. Sabar

Menjalani profesi guru bukan hal mudah sebab harus memiliki tingkat kesabaran seluas samudra. Jika tidak sabar dan egois, anak didik akan meniru dan tentunya tidak baik untuk masa depan. Adab guru dalam perspektif Islam memberi bimbingan terbaik saat murid melakukan kesalahan. Solusinya bukan marah tetapi memberi contoh secara langsung atau bicara dengan baik-baik. Apabila keadaan panas dan emosi, saatnya untuk meredam dengan cepat. Caranya dengan melakukan wudhu terlebih dahulu. Kesabaran sebagai adab yang harus dijunjung tinggi guru sebab Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya:“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan hanya kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”Kesabaran seorang guru juga memberi contoh positif pada murid untuk lebih dapat menahan emosi. 

7. Memberi Nasehat Positif

Peran guru bukan hanya mentansfer ilmu pada anak didiknya sehingga paham dan pintar. Akan tetapi memiliki adab untuk memberi nasehat positif dan terbaik secara Islami. Dalam artian nasehat diberikan dengan lemah lembut sehingga anak didik paham dan tidak tersinggung.Menasehati sebagaimana adab untuk mendidik agar murid menjadi lebih baik dari sebelumnya. Nasehat akan memberi manfaat pada anak di kemudian hari jika disalurkan dengan baik dan tanpa tendensi marah berlebihan.Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 55 yang artinya:“Teruskanlah memberi peringatan sebab sesungguhnya pada peringatan itu akan memberi manfaat untuk dan bagi orang-orang Mukmin.”Seorang pendidik tidak boleh bosan untuk memberi nasehat positif dan terbaik. Dari adab-adab guru untuk anak didik ini karakter akan tumbuh kuat sesuai Islam dan berakhlak mulia.

Penutup

Kedudukan guru dalam Islam sangat mulia sekali karena derajatnya akan ditinggikan oleh allah. Selain itu guru juga harus memiliki adab yang bagus agar dapat transfer ilmu dengan baik agar anak didik berakhlak bagus, memiliki iman dan Islam yang tak mudah goyah.
Blog Post Lainnya
Kontak
021-8195626
0821-2271-6076
0812-8386-4951
Jl. Matraman Raya No.189B, RT.7/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13310
tokojadi@gmail.com
Pembayaran
-
-
Media Sosial
Online Sejak 2007